Google Ikut Pilpres 2014

HomeBisnisGoogle

Google Ikut Pilpres 2014

Facebook Siap Ubah Wajah Media Online di Indonesia
Langkah Akuisisi Google di Bulan Agustus
Twitter berhenti membuka tautan di AMP di iOS dan Android

Gegap gempita Pilpres 2014 bukan saja milik bangsa Indonesia, tetapi raksasa Google merasa punya kepentingan dalam ikut serta didalamnya. Pertarungan kampanye Pilpres 2014 antara Jokowi dan Prabowo ini digunakan oleh google untuk membangun ekuitas mereknya di Indonesia. Bukan hanya debat Pilpres 2014 yang pernah ditayankan sejumlah televisi nasional kita, tapi Google benar-benar serius untuk membangun ekuitas mereknya dengan membangun forum, jejaring sosial Google+, Google Hangouts dan sejumlah berita terkini (berita teks, berita video).

Kini portal pemilu Google menghadirkan info demografis yang memberikan insight untuk semua pembacanya, bukan hanya calon pemilih. Disediakan dalam sebuah infografis mengenai fakta tentang perilaku masyarakat Indonesia mengguna mesin pencari Google, fitur ini tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Keseluruhan foto tersedia di halaman Google+ milik Google Indonesia.

Google juga menyediakan video-video pilihan dari partner media. Video-video tersebut berupa rekaman debat calon presiden, berita, bahkan ajakan-ajakan untuk menggunakan hak pilih pada tanggal 9 Juli 2014 nanti. Query hasil pencarian pun bakal menghasilkan playlist video dari YouTube berdasarkan empat nama kandidat, yaitu Joko Widodo, Jusuf Kalla, Prabowo Subianto, dan Hatta Rajasa. Jika Anda tertarik, Google juga menyediakan Google+ Hangouts untuk berdiskusi tentang pemilu presiden tahun ini.

Portal informasi pemilu Google sebenarnya sudah dibentuk sejak 7 tahun lalu. Diawali dengan pemilu yang berlangsung di Amerika Serikat, portal tersebut dibuat sebagai upaya untuk menyediakan pusat informasi yang mudah diakses oleh para pemilih dalam mendapatkan informasi seputar kandidat, partai, dan proses pemilihan.

Google mewadahi informasi seputar pemilu di 24 negara lain dengan harapan para pemilih menggunakan hak suaranya. Tidak ada lagi alasan untuk tidak mengenal calon yang akan dipilih, karena teknologi kini mampu memudahkan masyarakat mengenal calon presidennya lebih dekat.

[Copy]